Hubungan jarak jauh atau yang saat ini terkenal dengan nama Long Distance Relationship (LDR) memang saat ini tengah popular-populernya dan mungkin banyak orang yang harus menjalani hubungan tersebut karena suatu keadaan dan juga keterpaksaan. Pada artikel kali ini kami akan membahas tentang hukum hubungan jarak jauh atau long distance relationship menurut pandangan islam. Namun hal ini tidak mencakup orang yang masih berpacaran ataupun belum sah menjadi suami istri. Hal itu karena di dalam islam tidak diperbolehkan berpacaran karena akan mengundang dosa bagi mereka yang menjalaninya.
Pernikahan
setajinya memang bersatunya antara dua manusia yang diciptakan untuk
saling berpasang-pasangan yakni seorang laki-laki dan perempuan untuk
berkeluarga dan juga menjalani perintah-perintah allah. Memang sejak
awal menjalani suatu kehidupan berkeluarga di dalam hubungan pernikahan,
banyak “pekerjaan rumah” yang harus dijalani oleh mereka baik itu kaum
adam maupun kaum hawa. Tetapi bagaimana jika suami harus menghidupi
keluarganya dengan bekerja di luar kota? Dalam hal ini memang keputusan,
keridhoan, dan juga kesadaran dari seorang istri juga sangat penting,
apakah ia rela pasangannya (suami) tersebut pergi jauh meninggalkan
dirinya ataukah tidak. Hal inilah yang juga harus dipikirkan terlebih
dahulu oleh kehidupan berkeluarga. Seorang suami dalam mengambil
keputusan juga harus memahami bagaiamana pikiran dari pasangannya, dan
begitu sebaliknya.

Hal itu karena
memang tujuan pernikahan dalam islam itu selain mempersatukan kedua
makhluk allah yang memang diciptakan untuk saling berpasang-pasangan,
juga bertujuan untuk menciptakan rasa aman, nyaman, dan yang pasti rasa
saling percaya antara suami dan juga istri tersebut. Karena memang
dengan adanya rasa saling percaya akan menimbulkan keharmonisan tingkat
tinggi yang ada di dalam kehidupan berkeluarga tersebut. Namun dalam hal
ini sikap seorang suami terhadap istrinya juga penting, karena suami
harus memberikan rasa nyaman dan juga aman kepada istrinya meskipun ia
tinggal jauh dari istrinya. Hal itu telah disampaikan di dalam firman
allah yang berbunyi “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia
menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu
cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu
rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar Rum : 21).
Sebenarnya
kebersamaan suami dan juga istri di dalam satu rumah memang sangat
penting adanya karena hal itulah yang bisa memberikan rasa aman, nyaman,
dan juga tentram di dalam keharmonisan suatu kehidupan berkeluarga.
Namun jika dalam suatu keadaan memang haruslah menjalani hubungan jarak
jauh, seorang istri juga harus meridhoi suaminya agar membawa rasa
nyaman dan juga aman di hati mereka masing-masing. Tidaklah
diperbolehkan diantara mereka ada yang tidak ikhlas harus menjalani
hubungan jarak jauh.
Namun meskipun
mereka sudah ridho menjalani hubungan jarak jauh. Suami juga harus
memahami dan juga harus memberikan waktu untuk bertemu dengan istrinya.
Suatu pasangan tidak boleh tidak bertemu sama sekali dengan pasangannya
dalam kurun waktu yang begitu lama. Setidaknya mereka harus bertemu
dalam kurun waktu paling lama 6 bulan sekali. Karena batas waktu itulah
yang merupakan waktu maksimum untuk seorang istri dapat bertahan dalam
perpisahan bersama suaminya.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pasangan suami istri dalam menjalani hubungan jarak jauhnya, yaitu :
- Ridha dan Ikhlas
- Sesering mungkin suami menjenguk istrinya
- Tidak melebihi batas maksimum berpisah sebagai seorang suami istri, yaitu 4 bulan. Namun jika dalam keadaan darurat diperbolehkan 6 bulan.
- Berhati-hati dengan hasutan dunia luar dan juga lingkungan
- Sebaiknya seorang istri ikut suami dimanapun mereka berada
Itulah informasi dari kami terkait hubungan pacaran jarak jauh ataupun long distance relationship menurut pandangan islam
dan juga anjuran dari agama islam. Intinya dalam menjalani hubungan
jarak jauh seorang pasangan baik itu suami maupun istri harus
memperhatikan kelima hal yang sudah kami sebutkan di atas. Karena dengan
hal itulah diharapkan akan memberikan rasa keharmonisan di dalam
kehidupan berumah tangga. Jangan lupa simak juga: 6 Karakter Wanita Yang Tidak Layak Dijadikan Istri Menurut Pandangan Islam
0 komentar:
Posting Komentar